STRATEGI PENGELOLAAN UMKM DEPOT ISI ULANG AIR MINUM BANDAR REJO GUNA MENINGKATKAN PENJUALAN PADA AREA KECAMATAN KRIAN

  • Dimas Akbar Rizqianto Universitas Bhayangkara Surabaya
  • Agus Kiswantono Dosen Universitas Bhayangkara Surabaya

Abstract

Dalam mempertahankan pengolahan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam melewati berbagai situasi. Dalam akhir akhir ini dikejutkan dengan adanya Pandemi Coronavirus yang belum berakhir. Keberadaan pandemi yang begitu besar berdampak pada ketidakstabilan ekonomi berbagai jenis pekerjaan termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) karena banyak dari mereka para UMKM yang kesulitan dalam menyetabilkan ekonomi yang berdampak penurunan pendapatan hingga mengalami kebangkrutan. Namun ada juga yang berhasil mempertahankan salah satunya UMKM Depot Isi Ulang Air Minum Banjar Rejo di Desa Jatikalang, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo. Pengambilan data tersebut menggunakan data primer berupa wawancara langsung kepada pemilik UMKM perihal strategi pengolahan UMKM tersebut mempertahankan usaha serta. Kemudian dari data hasil wawancara serta mengambil dokumentasi depot tersebut. Hasil dari wawancara menunjukkan bahwa depot isi ulang air minum tersebut sejak 2019 dengan bermodalkan Rp. 30.000.000 – 50.000.000. Depot tersebut tidak hanya menjual isi ulang saja melainkan juga menjual LPG 3 Kg, air minum dalam kemasan. Pendistribusi penjualan ke toko ritel serta sebagian rumah warga tanpa ongkos kirim. Harga yang dijual dalam depot yakni isi ulang air minum ke toko yaitu Rp. 2500, sedangkan ke pemakai yaitu Rp. 3000, harga cleo galon ke toko yaitu Rp.17.000, sedangkan ke pemakai yaitu Rp. 18.000, harga LPG 3kg ke toko yaitu Rp. 16.000, sedangkan ke pemakai yaitu Rp. 17.000. permasalahan yang sering dihadapi yaitu ada pengusaha depot isi ulang air minum baru, jadi diterapkan dengan harga berbeda, serta pelayanan kepada konsumen yang ramah. Dalam menanggulangi permasalahan tersebut strategi yang diterapkan yang membuat depot air minum isi ulang Bandar Rejo bisa bertahan hingga sekarang yakni pada pelayanan tersebut kepada konsumen serta menghindari pengadaan barang yang kosong yang intinya dari kedua tersebut agar konsumen.

Kata kunci : Pengelolahan, UMKM, Pandemi, Wawancara

 

Published
2023-03-09